Mewujudkan Indonesia Emas 2045 Dispora Gayolues adakan penyuluhan Narkoba Generasi millenial

author photoKamsah
2 Des 2019 - 21:52 WIB

BLANGKEJEREN - Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Gayo Lues,  mengadakan kegiatan penyuluhan  dan pencegahan Narkoba di kalangan millneal yang bertempat di Hotel Marmas Kabupaten Gayo Lues. 
 Kegiatan Di buka langsung oleh Bupati Kabupaten Gayo Lues H. Muhammad Amru. Kegiatan ini dihadiri oleh peserta yang terdiri dari  para Relawan Anti Narkoba se Kabupten Gayolues

Bupati Kabupaten Gayo Lues H. Muhammad Amru dalam sambutannya menyampaikan bahwa Permasalahan narkoba adalah permasalahan yg besar di indonesia sehingga pemerintah menetapkan Indonesia dalam keadaan darurat narkoba. Pemerintah gayo lues saat ini sangat bersyukur dengan program GDAD, karena ganja di gayo lues terbaik di dunia tentu cap ini tidak menyenangkan bagi kita masyarakat gayo lues.

"Saat ini ganja telah menurun tetapi shabu meningkat. Sistem barter ini semakin memperburuk keadaan karena daya rusak shabu. Semakin meningkatnya narkoba di Indonesia seperti ada upaya2 tertentu agar indonesia ini melemah." Ujar Amru.

Selanjutnya Ketua MPU menyampaikan  bahwa agama berperan vital dalam mencegah narkoba, salah satunya dengan mendirikan sholat. Pemuda memakai narkoba karena tidak memiliki aktifitas yg baik, Seperti dalam surah al asr bahwa semua manusia dalam keadaan rugi kecuali orang beriman. Meskipun uang banyak menjual narkiba namun rugi bukan untung menurut kategori Allah. Ciri-ciri orang beriman yaitu mendirikan sholat. Selanjutnya orang yg beruntung yaitu yg beramal sholih. Yg ketiga adalah saling memberi nasehat yg benar. Yg keempat dengan memberikan nasehat dalam kesabaran.

Dalam paparannya yg berjudul *Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba pada Generasi Milenial untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045* Kepala BNNK Gayo Lues Fauzul Iman, ST, M.Si, menyampaikan bahwa indonesia merupakan negara yg sudah mengalami darurat narkoba. Bahaya penyalahgunaan narkoba sudah memasuki tatanan kehidupan masyarakat, narkoba yg masuk ke indonesia khususnya aceh melalui perairan laut yg dibuat oleh para pengedar,hal ini dilakukan utk mengelabui para petugas kita, jarang yg selamat apabila sabu masuk dari pelabuhan yg legal. Jalur2 tikus ini yg dimanfaatkan oleh para bandar utk menyeludupkan sabu ke aceh,dan sabu ini juga yg masuk ke kabupaten Gayo Lues.  Indonesia darurat narkoba. Fakta ini yg membuat kita harus melawan narkoba secara bersama-sama.  Hasil survey 2019 yg dilakukan BNN dan LIPI menunjukan angka 3,2 % pengguna narkoba adalah dari kalangan milinial yaitu siswa dan mahasiswa, ini sangat mengkuatirkan kita semua dan harus segera dicegah. bagaimana nanti wajah indonesia kalau generasinya terkontaminasi narkoba?pemuda merupakan agen perubahan dlm pencegahan Narkoba.  tindakan pencegahan sangat perlu dilakukan guna menyelamatkan generasi millenial dimana di tahun 2045 indonesia menuju generasi emas.

Untuk itu Fauzul menginginkan agar peserta yg notaben pemuda,mahasiswa dan pelajar ini,meningkatkan ketahanan diri,dari bujuk rayu pengguna ataupun jaringan narkoba , jangan coba-coba narkoba dan salah satu pencegahan dan pemberantasan narkoba yang dilakukan adalah dengan menjadikan pemuda benteng untuk mencegah peredaran gelap narkoba di Kabupaten Gayo Lues ini. Dan nantinya adanya informasi yg benar agar disampaikan kepada masyarakat tentang bahaya narkoba.

Pada kesempatan yang sama Fauzul juga menyampaikan pecandu narkoba bukan aib keluarga yg harus ditutup tutupi melainkan adalah virus yg harus dipulihkan. Makin kita biarkan pecandu itu maka makin banyak pula korbannya.Jadi apabila ada keluarga/kerabat yang terlanjur sudah memakai narkoba atau sudah  terkontaminasi dengan dampak bahaya Narkoba agar dapat dilaporkan ke BNNK Gayo Lues.juga dapat dibawa Langsung ke Klinik Pratama BNNK Gayo Lues, untuk direhabilitasi agar  dapat dipulihkan kembali sesuai dgn UU 35 Tahun 2009.

"Saat ini BNN  sudah melaksanakan Program Grand Design Alternative Development (GDAD)  yang mendapat perhatian dari Bappenas,yang pada tahab sekarang sudah masuk ke tahab implementasi, program Grand Design Alternative Development (GDAD) ini bertujuan untuk pengalihan lahan ganja ke lahan pertanian yg produktif guna mewujudkan masyarakat yang bebas dari Penyalahgunaan Narkoba terutama daerah yg masyarakatnya penanam ganja."Tegas Fauzul.

Selanjutnya kepala Dinas  Dispora Kabupaten Gayo Lues menyampaikan tentang Hubungan narkoba dengan olahraga, tanpa narkoba pemuda akan mampu bersaing dan berprestasi. Pencegahan dapat dilakukan dikalangan remaja,dgn mengisi waktu luang utk berolah raga.(kamsah Galus)


KOMENTAR