Wacana Aksi Damai Tiga Ribu Massa Putihkan Alun Alun Kota Bireuen Berbalik Arah Hanya 28 Orang Santri

author photoM. Sulaiman
4 Okt 2019 - 20:48 WIB

BIREUEN- Diwacana Aksi Unjuk rasa mampu menghadirkan 3000 Massa guna untuk Penolakan pemutaran Flm The Santri, namun berbalik arah daya minat para santri santri Aceh khusus nya santri di Kabupaten Bireuen dalam berbuat kebaikan Agama masa depan anak bangsa dan Negara, hari ini jumat aksi Damai dimulai hannya mampu dihadirkan para santri berkisar 28 orang untuk memutihkan alun alun kota Bireuen dengan sikap tegas Penolakan Pemutaran Flm The Santri, Jumat (4 Oktober 2019).


Pantoan Media ini di lokasi Aksi Unjuk Rasa Penolakan Pemutaran Flm the Santri Tersebut, terlihat dan dapat dihitung jumlah Pendemo hanya 28 orang santri  yang hadir, maka dapat disebut berbalik arah dan terukur sebelumnya, yang akan digelar Aksi Unjuk Rasa akan menghadirkan tiga ribu Massa akan memutihkan Alun Alun Kota Bireuen, namun ini hari terdiri yang hadir santri di Wilayah Kabupateh Bireuen. Secara julukan di Kabupaten Bireuen disebut sebut salah satu daerah Kota Santri, namun terbukti pada hari ini dalam aksi damai itu, banyak para santri di berbagai Dayah di Wilayah Kabupaten Bireuen, tidak berminat ikut hadir dalam Aksi Damai tersebut, dapat dikatakan dan dikatagorikan kebanyakan para santri di Bireuen tidak mendukung dengan penolakan Pemutaran Flm The Santri tersebut. 


Sementara Para santri yang hadir dalam aksi Damai putihkan Alun Alun Kota Bireuen untuk penolakan Pemutaran Flm The Santri, yang hadir dari tiga Dayah dan Satu dari Ormas dalam kawasan Bireuen, Ormas. DPW Front Santri Indonesia Kabupaten (FSI) Bireuen, Dayah Nurul Yaqin. Gampong Blang keutumba Juli, Dayah Nurul Ikhlas Gampong Lampoh Rayek kecamatan Jangka dan Pimpinan Dayah Darul Ulum Gampong Bayu Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen. 

Sebelumnya Tgk Fachrul Hadi Azahidi, Ketua DPW. Front Santri Indonesia Kabupaten Bireuen. Menyampaikan sikap tegas dalam orasinya minta kepada Pemerintah Aceh dan Bireuen, baik Dinas Pendidikan Dayah, Dinas Syariat Islam, dan MPU, untuk segera bertidak tegas, menghentikan pemutaran Flm the Santri yang akan ditayangkan pada hari santri Nasional. Bertepatan pada Tanggal 22 Oktober 2019.

Juga diminta Kepada MPU Aceh bersikap tegas untuk menyurati Kementrian Agama Di Jakarta untuk segera membatalkan pemutaran Flm The Santri tersebut, yang akan ditanyangkan beretapatan pada hari Santri Nasional, alasan koordinator aksi Damai dalam orasinya, penolakan pemutaran Flm The Santri tersebut. Karena Flm Santri yang akan ditayangkan tidak sesuai dengan Ajaran  aqidah Agam Islam. Dan kami Santri Bireuen mengutuk keras produser pembuat Flm The Santri, kerena Produser tersebut ber agama Kristen, sehingga pembuat Flm The Santri itu dapat dikatakan sudah meleceh kan Agama Islam dalam pemutaran Flm tersebut, sebut dalam orasi Tgk Fachrul Hadi Azahidi. dari Front Santri Indonesia Wilayah Kabupaten Bireuen. 

Dan orasi dilanjutkan. Tgk Fauzi selaku Alumni Dayah Nurul Ikhlas Gampong Lampoh Rayek Kecamatan Jangka, menyampaikan sikap penolakan pemutaran Flm The Santri yang akan ditayang pada Hari Santri Nasional. Dalam pemutaran Flm The Santri itu tidak mencerminkan jati diri seseorang santri di pasantren/Dayah. Dan Produser Flm The Santri itu seorang beragama kristen yang bernama Livi Zheng. 

Dan Dalam Flm The Santri yang memperlihatkan seorang santriwan dan Santriwati berduan disebuah hutan yang sedang berpacaran, dalam ajaran  Agama Islam itu tidak dibenarkan berbuat semacam yang diperlihatkan kedua Santri itu, apalagi bagi santri yang ada di Flm The Santri itu, Tegas Tgk Fauzi. 

Berikutnya disampaikan orasi oleh Tgk Munawar. Selaku Pimpinan Dayah Nurul Yaqin Gampong Blang Keutumba Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen," Iya mengutuk keras Pemutaran Flm The Santri itu, meminta Kepada Pemerintah Aceh dan Bireuen serta Dinas Pendidikan Dayah, Dinas Syariat Islam,di Aceh dan Bireuen, juga diminta kepada Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh(MPU) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), untuk segera bertindak tegas terkait Pemutaran Film The Santri yang terdapat kejanggalan di Flm tersebut, kami sangan mengecam keras atas pemutaran Flm The Santri, karena terdapat pelecehan Agama Islam, bagi kami Santri di Bireuen dan diseluruh Aceh umumnya di Indonesia

Juga dalam orasi Tgk Munawar Minta kepada MPU Aceh dan MUI segera bertindak tegas untuk menghentikan Pemutaran Flm The Santri yang terdapat nilai nilai pelecehan Agama Islam dan Satri Satri di Kabupaten Bireuen dan secara menyeluruh di Tanah Air Khususnya Kabupaten Bireuen dan Aceh " kecam Tgk Munawar. 

Ketua Koordinator Aksi Damai Putihkan Alun Alun kota Bireuen Iskandar Sering disapa Tuih Dalam Penyampaian Orasinya, menyebutkan kekecaman Pemutaran Flm The Santri, meminta kepada seluruh pemain dalam flm the santri itu untuk segera bertaubat kepada Allah Swt. Kami meminta kepada seluruh santri, Masyarakat dan seluruh ummat Islam yang ada di Indonesia untuk tidak menonton Flm The Santri baik di bioskop, televisi dan di yotubee, yang dapat merusak aqidah Agama Islam. 

,"Lanjut Tuih menyebutkan Kami Santri Bireuen. Meminta Kepada MPU Aceh Dan MUI Pusat, Pemerintah Bireuen Pemerintah dan Aceh serta Pemerintah Pusat untuk segera memanggil produser Livi Zheng, sutradara Said Aqil Siraj untuk diproses hukum, karena sudah melecehkan nama baik santri dan pasantren/ Dayah, yang ada di seluruh Indonesia khususnya di Kabupaten Bireuen. 

Lanjutnya Dalam Pemutaran Flm The Santri itu, juga memperlihatkan seorang Santriwati masuk kedalam Gereja dengan membawa sebuah tumpeng untuk diserahkan kepada pendeta atau pastur gereja. Sedangkan dalam Agama Islam itu sangat diharam kan bagi Ummat Islam masuk ke tempat Ibadah Ummat Kristen,

Masih dalam Orasi Iskandar atau sapaan Tuih, menyebutkan dalam Flm tersebut juga memperlihatkan suasana di pasantren bahwasanya santriwan dan santriwati berjalan berbarengan sambil mencuri pandang anatara santriwati dan santriwan, bahkan santriwan mengkedip mata ke santriwati sedangkan itu sangat silarang dalam peraturan pasantren atau tidak di perbolehkan antara santriwan dan santriwati berbarengan.

Namun enam tuntutan yang disampaikan dalam orasi Aksi unjuk rasa Oleh Ketua Koordinator Aksi. Iskandar, jika Pemerintah Bireuen dan Pemerintah Aceh serta Pemerintah Pusat, MPU Aceh dan MUI Pusat tidak mengambil tindakan tegas dan Menghentikan Pemutaran Flm The Santri tersebut. Maka Tuih Mengancam Akan kembali di jilid ll dengan mambawa massa yang lebih besar lagi,"camkan Itu Kata Tuih.(MS)

KOMENTAR