Pelanggar Lalu Lintas Tersipu Malu Dibuat Oleh Ratusan Santri Bireuen Pada Ops Zebra Rencong

author photoM. Sulaiman
25 Okt 2019 - 00:31 WIB

BIREUEN - Ratusan Santri dan Santriwati Dayah MAS Darussa'dah Cot Bada Kecamatan Peusangan turun ke jalan melakukan Razia di sudut persimpangan jalan Medan Banda Aceh dan Perkotaan Dalam Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen, bagi pengemudi sepeda motor roda dua, roda empat yang melanggar peraturan berlalulintas diberi Tausiah, sampai tersipu malu para pelanggar lalu lintas dibuat para Santri, Kamis (24/10/2019) sore. 


Sejumlah Pengemudi Roda dua baik roda empat yang terjaring dalam razia yang dilakukan para ratusan Santri dan Santriwati Dayah MAS Darussa'dah Cot Bada, bersama Personil Satlantas Polres Bireuen, di buat berkesipu malu oleh para santri, karena pengemudi rado dua tidak melengkapi surat surat berkendaraan baik SIM, STNK mapun Helomnya, sehingga para santri dan santriwati memberikan pemahaman tausiah Agama kewajiban berkendaraan, untuk menjaga keselamatan berlalulintas bagi pengemudi sendiri, 


Selesai shalat ashar sebanyak 473 santri berkumpul di pendopo Bupati Bireuen selanjutnya bergerak ke jalan-jalan disudut kota Bireuen yang didampingi 46 Personil Anggota Polantas Polres Bireuen.


Selain memberikan tausiah Agama para santri ada juga para santri yang duduk melingkari pelanggar berlalulintas, serta memanjatkan doa-doa secara langsung agar para pelanggar tertib di muka umum.


Terang saja kejadian unik ini, mencuri perhatian masyarakat Bireuen yang melintas di jalan, sebagian mereka tertawa, sebagian dari mereka mengabadikan moment unik bersejarah yang belum terjadi di Indonesia.


Kapolres Bireuen melalui Kasatlantas Polres Bireuen Iptu Sandy Titah Nugraha, SIK menyebutkan, ini merupakan kegiatan pertama kali di Indonesia, dimana dalam rangka hari santri Nasional, berkolaborasi dengan hari Operasi Zebra Rencong 2019.


"Kami dari jajaran Satlantas Polres Bireuen berkolaborasi dengan Dayah MAS Darrussa'dah, melakukan edukasi lalulintas secara masif, tujuannya adalah memberi rasa malu kepada pelanggar lalulintas, memberikan pendekatan secara islami dimana Masyarakat Aceh khusnya Masyarakat Bireuen, kental dengan Syariat Islam, serta memberikan panggung aktualisasi para santri untuk mengeksplore kemampuan diri dalam mensyi'arkan nilai nilai Agama Islam didepan umum," sebut Sandy.


Lanjutnya, "Kita sangat bangga dengan ratusan adik-adik Santri pada sore hari ini yang bersemangat, mudah-mudahan pelanggar lalulintas segera jera dan masyarakat Bireuen berubah menjadi lebih tertib berlalulintas dan maju" ujar Kasatlantas Polres Bireuen yang baru menjabat 51 hari tersebut.(MS)

KOMENTAR