Plt Gubernur Aceh Instruksikan Pembagian Masker kepada Masyarakat

author photoRedaksi
25 Sep 2019 - 20:07 WIB

BANDA ACEH - Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) untuk membagikan masker kepada masyarakat sebagai pelindung pernafasan dari pencemaran udara akibat asap. Hal ini disampaikan Juru Bicara Pemerintah Aceh Saifullah Abdulgani kepada awak media di Banda Aceh, Senin (23/9).

Menurut pria yang akrab disapa SAG itu, kabut asap yang tampak makin tinggi konsentrasinya di udara Kota Banda Aceh dan di sejumlah kabupaten/kota dapat mengancam saluran pernafasan masyarakat. Pencemaran asap di udara, katanya, merupakan faktor risiko penyakit iritasi dan ancaman bagi saluran pernafasan. Gejalanya mulai peradangan alat pernafasan, batuk-batuk, dan bahkan sesak nafas, jelasnya.

"Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah melihat fenomena asap yang pekat di udara sebagai ancaman bagi kesehatan, karena itu langsung menginstruksikan pembagian masker kepada masyarakat," kata SAG.

Selain menginstruksikan pembagian masker dan meminta masyarakat mengenakannya, lanjut SAG, Pak Nova juga menghimbau masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat, mengurangi aktifitas di luar rumah bila tidak ada kegiatan yang mendesak, menutup celah rumah dengan kain basah, memperbanyak mengkonsumsi buah dan sayur, banyak minum air putih, cuci tangan dan masak makanan dengan baik, dan tidak menambah buruk situasi dengan merokok.

Apabila upaya-upaya pencegahan seperti itu telah dilakukan namun mengalami gangguan kesehatan, SAG menghimbau agar segera meminta bantuan petugas kesehatan di sarana pelayanan kesehatan terdekat. Ada baiknya masyarakat membawa Kartu BPJS Kesehatan saat ke luar rumah agar bisa mendapatkan pelayanan kesehatan darurat di mana saja, anjur SAG yang juga mantan Humas Jaminan Kesehatan Aceh itu.

"Sebaiknya Kartu BPJS Kesehatan selalu dibawa dalam situasi darurat asap saat ini," imbuh SAG.

Bagi Masker

Sementara itu, BPBA bekerja sama dengan Kodim 0101/BS, Polresta Banda Aceh, dan Forum Pengurangan Risiko Bencana Aceh, langsung membagi-bagikan sekitar 10.000 masker kepada pengguna jalan di dalam Kota Banda Aceh, Senin (23/9). 

Menurut Kepala Pelaksana (Kalak) BPBA, Ir Sunawardi, MSi, pihaknya langsung memerintahkan sekretaris, kepala bagian, dan kepala sub bagian di lingkungan BPBA untuk segera menindaklajuti secara teknis intruksi Plt Gubernur Nova Iriansyah pada kesempatan pertama.

"Kami langsung membagi-bagikan masker kepada pengguna jalan raya di seputaran Simpang Lima dan Simpang Kodim, Kota Banda Aceh," kata Sunawardi saat dikonfirmasi media ini.

Sunawardi juga mengatakan akan melanjutkan pembagian masker kepada masyarakat di kabupaten/kota yang terkena dampak asap kiriman akibat kebakaran hutan di Riau dan Pekan Baru. Ia mengaku mendapat informasi dari BMKG bahwa kabut asap yang melanda sejumlah kabupaten/kota di Aceh merupakan asap kiriman akibat bencana kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau dan Pekan Baru.

"Kami bertindak cepat sesuai intruksi Bapak Plt Gubernur Aceh untuk melindungi masyarakat dari serangan asap tersebut," pungkas Sunawardi.

Bantah Liburkan

Disisi lain, Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Aceh, Muhammad Iswanto, juga menyampaikan klarifikasi mengenai beredarnya pesan di media sosial tentang imbauan meliburkan aktivitas kantor hingga sekolah akibat asap. 

Menurut Iswanto, informasi yang mengatasnamakan Plt Gubernur Aceh itu adalah hoaks. "Himbauan yang mengatasnamakan Plt Gubernur terkait meliburkan kegiatan kantor dan sekolah akibat kebakaran hutan itu ti-dak benar alias hoaks," ujar Iswanto di Banda Aceh, Selasa, (24/9).

Iswanto menyampaikan bahwa pesan edaran itu dibuat berkaca pada keadaan kabut asap yang masih mengkhawatirkan kesehatan di Aceh. Ada lima imbauan dalam edaran itu. Salah satu poin imbauan dalam pesan edaran yang mengatasnamakan Plt Gubernur itu adalah mengimbau agar seluruh karyawan, PNS, PTT, dan BUMN di wilayah Aceh agar meliburkan aktivitasnya mulai tanggal 23 Sep-tember 2019. 

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh itu memastikan, Plt Gubernur tidak pernah sama sekali mengeluarkan himbauan seperti yang tertera dalam pesan tersebut. 

Untuk itu, Iswanto mengajak masyarakat untuk waspada. "Jangan percaya begitu saja informasi di media sosial. Tidak semua informasi di media sosial benar," katanya.

Iswanto mengajak masyarakat selalu memverifikasi setiap informasi yang didapat. "Informasi apapun harus kita cek dulu kebenarannya, jangan langsung kita sebarkan, saring sebelum sharing dan bijaklah dalam menggunakan media," tambahnya. [Adv]
KOMENTAR