Nova Iriansyah: Tahun Baru Hijriyah Momentum Untuk Meraih Capaian yang Lebih Baik

author photoRedaksi
1 Sep 2019 - 06:59 WIB


BANDA ACEH - Peringatan Tahun Baru Islam 1441 Hijriyah dapat dijadikan momentum umat memperbaiki kualitas hidup. Semangat hijrah yang menjadi titik tolak peringatan itu hendaknya dipraktikkan muslim dan muslimah. "Hijrahnya nabi dari Makkah ke Madinah merupakan gerakan revolusioner menuju peradaban Islam yang lebih baik dan maju," ujar Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyampaikan ajakan tersebut saat peringatan malam tahun baru Hijriyah di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu malam, 31 Agustus 2019.

Selama di Makkah, kata Nova, proses penyebaran ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad berjalan lamban. Hal ini disebabkan berbagai gangguan terus dilakukan oleh kaum kafir. Oleh sebab itu, demi tercapainya perubahan serta perkembangan dan kemaslahatan Islam, Allah memerintahkan Nabi Muhammad berhijrah.

"Untuk itu hijrah harus dimaknai dengan melakukan perubahan dalam kehidupan dengan cara evaluasi diri dan meningkatkan kualitas kehidupan. Mari kita introspeksi diri terkait persiapan kita untuk kehidupan hakiki dengan amal-amal yang telah kita lakukan," ujar Nova Iriansyah.

Nova menilai Muharram memiliki sejarah tersendiri bagi Aceh. Penerapan syariat Islam di negeri Serambi Mekkah dimulai pada bulan pertama tahun Hijriyah ini. Syariat Islam di Aceh dideklarasikan secara resmi tepat pada 1 Muharram 1423 Hijriah, atau sekitar 18 tahun lalu.

"Syariat Islam yang telah menjadi landasan utama dalam setiap program pembangunan, diharapkan dapat mendatangkan keberkahan dan kemaslahatan bagi masyarakat Aceh dan menjadi rahmat bagi sekalian alam," ujar Nova.

Nova menuturkan, bagi pemerintah Aceh tahun baru Hijriyah menjadi wahana untuk mengevaluasi proses pembangunan dan momentum untuk meraih capaian yang lebih baik. Dalam kesempatan itu, dia juga meminta dukungan masyarakat Aceh dalam membangun daerah. Dukungan itu, lanjutnya, dapat dilakukan dengan cara merawat perdamaian, kesatuan serta kekompakan.

"Dengan momentum tahun baru Hijriyah diharapkan Aceh dan seluruh masyarakatnya dapat berubah ke arah lebih baik," ujar Nova.

Sementara itu, ustad kondang asal Sulawesi Selatan, Das'ad Latief yang menjadi pengisi tausiah 1 Muharram di Aceh menyampaikan kepada seluruh jamaah yang hadir untuk memperbanyak salawat kepada Nabi Muhammad SAW. "Ada amalan yang malaikat tak sanggup lagi mencatat banyaknya pahala amal ibadah umat Muhammad, yakni ketika umat Nabi Muhammad berkumpul di masjid Raya Baiturrahman memperingati malam 1 Muharram serta bersalawat kepada nabinya," ujar Das'ad.

Dia kemudian memandu seluruh jamaah melantunkan salawat badar secara serentak. Jamaah pun melantunkan salawat hingga suasana di dalam hingga halaman masjid kebanggaan masyarakat Aceh itu terlihat syahdu dan khusyuk.

Selain salawat, Ustadz Das'ad juga meminta seluruh umat Islam di Aceh memanfaatkan momentum tahun baru Hijriyah sebagai langkah awal menghidupkan masjid dengan salat jamaah. "Tahun baru ini kalau betul-betul hijrah, maka hidupkanlah salat jamaah. Salat jamaah pahalanya 27 kali lebih tinggi daripada salat sendirian," ujarnya.

Das'ad menuturkan, tatkala Nabi pertama kali berhijrah ke Madinah yang pertama kali dilakukannya adalah membangun Masjid Quba. Melalui masjid itu, perubahan dan peradaban Islam mulai dibangun Nabi Muhammad. Artinya, ujar Das'ad, jika mau sukses dunia akhirat maka harus memakmurkan masjid. "Jika ingin Nanggroe Aceh Darussalam makmur sejahtera, maka makmurkan masjid.” [Adv]
KOMENTAR