Tahun 2019, Kasus Laka di Polres Pidie Meningkat sedangkan Curamor KDRT Menurun

author photoKherry Leib
17 Jul 2019 - 08:52 WIB

PIDIE - Kepolisian Resor Pidie gelar konfrensi pers dihadiri Waka Polres, Kabag OPS, Kasatreskrim, Kanit Laka, Kanit Narkoba , Kassubag Humas, dan wartawan dari berbagai  media massa, di Saung Mapolres Pidie, Selasa 16 Juli 2019.

Kasat Reskrim didampingi Waka Polres kepada wartawan mengatakan kasus Curamor dan KDRT menurun. Sejak Januari 2019 kasus  curanmor ada 29 kasus yang dilaporkan sementara yang sudah kita terima  untuk ditindalanjut ke tingkat pengadilan baru 15 kasus sementara kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), seperti  kekerasan fisik, penganiayaan, pelecehan seksual juga menurun.

"Ada beberapa kasus saja itu tetap kita proses sesuai koridor  dan peraturan yang ada, sementara kasus laka Lantas laka tungga atau laka lainnya  terjadi peningkatan dibanding tahun - tahun sebelumnya," ujar Ajun Komisaris Polisi (AKP) Mahliadi, ST, MT.

Kasus laka lantas terjadi peningkatan, pada 2018 kasus laka hanya 84 kasus, sementara pada awal Januari sampai Juli naik  mencapai 200  ini tidak tertutup kemukinan kasus tersebut akan terus meningkat seiring berjalannya nya waktu sampai akhir tahun nanti, kata Kasat Reskrim.

Dalam kesempatan yang sama
Kasat Lantas AKP. Hendra Marlan melalui Kanit Laka Ipda.Azwar Efendy, SH mengatakan, terjadinya peningkatan kasus laka disebabkan beberapa faktor diantaranya ungal unggalan, tidak mematuhi aturan berlalu lintas dan faktor - faktor lainnya.

Terkait banyaknya terjadi laka, kepada masyarakat yang mengalami musibah atau keluarganya, Ipda Azwar Efendy menghibau  segera melapor pada pos lantas terdekat supaya ditindandalanjuti ke Polres  agar mudah dalam mengkliem BPJS, RSU dan asuransi karena BPJS atau Asuransi  tidak dibayar apabila keterangan Laka tersebut tidak dikeluarkan oleh Polres.

"BPJS, Asuransi, Rumah Sakit akan meminta pihak Korban  membayar semua biaya yang ditimbulkan apabila surat keterangan  laka tidak bisa ditunjuki oleh pihak korban," ujar kata Ipda Azwar.

Dengan syarat harus adanya keterangan dari Polres untuk mengkliem BPJS, RSU dan asuransi pihak korban laka terpaksa harus datang ke Mapolres dan mengeluarkan biaya apalagi masyarakat yang berdomosili di Pidie Jaya biaya transpor q1 dan lainnya lebih besar dari biaya yang dibayarkan BPJS itu terkadang harus datang beberapa kali ke mapolres karena satu lain hal yang tidak bisa diselesaikan pada hari tersebut, ujar Muzzakir (47) warga Meureudu.

Kami berharap pihak Pemkab, Polres dan BPJS untuk memfasilitasi atau menyediakan tempat pengurusan keterangan laka lantas tersebut di Pidie Jaya supaya warga tidak perlu lagi ke Pidie, harap muzzakir. (kh)
KOMENTAR