Dua Mahasiswa Aceh Lolos Beasiswa Young Leaders for Indonesia dari Perusahaan Konsultan Dunia, Mc Kinsey

author photoCitizen Journalism
16 Jul 2019 - 10:55 WIB


BANDA ACEH - Dua mahasiswa Aceh lolos beasiswa bergengsi dari perusahaan konsultan dunia (Mc. Kinsey) untuk tahun 2019. Ialah Riki Muhamanda (Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Syiah Kuala) dan Munazaruddin (Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Islam Negeri Ar-Raniry) yang menjadi mahasiswa terpilih setelah melalui seleksi ketat yang diadakan perusahaan Mc. Kinsey.

Beasiswa tersebut bernama Young Leaders for Indonesia (YLI). Beasiswa yang memiliki arti Pemimpin Muda untuk Indonesia ini memiliki proses penyaringan yang sangat ketat, sehingga tidak sembarangan orang dapat terpilih untuk menjadi penerima beasiswa tersebut. Beasiswa tersebut diperuntukkan hanya untuk 63 mahasiswa Indonesia terpilih yang sedang berkuliah baik di Indonesia, maupun luar negeri, seperti Hong Kong, Australia, hingga Jepang.

Adapun persyaratannya ialah merupakan mahasiswa tahun ke 3 atau 4 (diprioritaskan), memiliki IPK minimal 3.30, memiliki pengalaman kepemimpinan seperti menjadi pemimpin organisasi, memiliki prestasi (diprioritaskan tingkat nasional dan internasional), dan memiliki proyek sosial yang telah berdampak besar terhadap masyarakat. Selain itu, kemampuan bahasa Inggris dan pengalaman bekerja juga dipertimbangkan dalam proses seleksi.

Pada tahun ini yang memenuhi persyaratan dan masuk ke dalam penyaringan peserta terpilih ialah sebanyak lebih dari 1000 mahasiswa Indonesia yang berada baik di dalam maupun luar negeri. Seleksi yang diadakan ialah seleksi berkas, dan seleksi wawancara virtual. Setelah dinyatakan lulus menjadi penerima beasiswa, 63 mahasiswa tersebut akan diberangkatkan ke Jakarta sebanyak 3 kali untuk menghadiri Forum Nasional Young Leaders for Indonesia yang berbentuk pelatihan kepemimpinan, pelatihan manajemen proyek sosial, dan masih banyak lagi. Serta, menghadirkan speaker yang telah menunjukkan banyak prestasi dan kebermanfaatan terhadap bangsa Indonesia, seperti Bapak Adamas Belva Syah Devara (Co-Founder dan CEO Ruang Guru), Bapak Haryanto Budiman (Managing Director and Senior Country Officer Indonesia of JP Morgan), dan Ibu Pauline Boedianto (Founder Shepherd of Nations). Adapun Forum Nasional pertama dari YLI ini ialah pada 29-30 Juni 2019, dilanjutkan dengan Forum 2 pada 24-25 Agustus 2019, dan Forum 3 pada 23-24 November 2019. Selain itu, pada setiap rentang waktu antar Forum 1 dan 2, serta Forum 2 dan 3, mahasiswa terpilih diwajibkan mengadakan program sosial yang bermanfaat untuk masyarakat.

Beasiswa ini menanggung segala biaya seperti penerbangan Pulang Pergi Banda Aceh – Jakarta sebanyak 3 kali, Akomodasi di hotel bintang 5 selama kegiatan (tahun ini di Hotel Arya Duta Jakarta), Makan, Transportasi Lokal, dan lainnya. Tujuan dari program beasiswa ini ialah merangkul para bibit pemimpin muda Indonesia yang unggul agar dapat menciptakan perubahan besar terhadap bangsa Indonesia usai program.

Riki Muhamanda, selaku salah satu penerima beasiswa mengaku sangat senang dan terharu atas pencapaian gemilang ini. Pasalnya, Pendiri Komunitas mengajar bahasa Inggris dan komputer gratis setiap minggu kepada anak-anak desa, yayasan sosial, dan anak pemulung bernama Komunitas U.S Goes to Children ini telah melamar beasiswa tersebut sebanyak 3 kali, namun baru diterima pada percobaan terakhirnya, yaitu tahun ini. Menurut mahasiswa asal Labuhan Haji, Aceh Selatan, ini, kegagalannya dua kali berturut turut pada 2017 dan 2018 lalu membuatnya benar-benar harus mengevaluasi dan terus memperbaiki kualitas diri agar mimpinya untuk menjadi salah satu penerima beasiswa tersebut bisa tercapai.

“Mungkin di 2017 dan 2018 lalu gagal karena belum banyak prestasi dan pengalaman. Terus juga, kan diminta pemuda yang sudah memberikan banyak dampak baik bagi Indonesia. Menurut Riki dua tahun lalu Riki masih jauh dari kategori itu. Karena waktu itu Riki cuma bisa mengadakan kegiatan mengajar Bahasa Inggris dan computer gratis mingguan masih di wilayah Aceh Besar dan Banda Aceh saja. Tapi pas melamar di tahun ini, Riki dibantu oleh semua teman-teman komunitas, sudah berhasil membuat komunitas U.S Goes to Children melebarkan sayap hingga ke padang sejak Oktober 2018 lalu. Mungkin itu salah satu indikator Riki diterima tahun ini”, ungkap mahasiswa yang juga sekaligus penerima Beasiswa Bidik Misi ini.

Sebelumnya, Menteri PSDM BEM Unsyiah 2018 ini juga punya beberapa prestasi gemilang, seperti menjadi Delegasi Indonesia pada Simulasi Konferensi Diplomasi Tingkat Dunia (HKMUN) 2019 di Hong Kong, Speaker Panel Discussion program IYSCEE 2016 di Singapura, Juara 1 Nasional pada ICN 2017 di Jakarta, Moderator Diskusi Kebangsaan pada ICN 2018 di Jakarta, Delegasi Indonesia pada Pre-Service Student Teacher Exchange in Southeast di Thailand, Delegasi Aceh pada Camp Epic 4 di Surabaya, Koordinator Wilayah (Korwil) Sumatera pada FGMMI di Semarang, dan beberapa lainnya. Sekarang, ia sedang menempuh beasiswa studi Summer Course selama 1 bulan di Eropa, tepatnya di Negara Lithuania.

Sementara itu, Munazaruddin, mahasiswa Aceh yang juga terpilih pada YLI 2019, juga memiliki banyak prestasi seperti Riki dan mahasiswa terpilih lainnya. Ia merupakan mahasiswa asal Kabupaten Aceh Besar yang sekarang menempuh studi Pendidikan Bahasa Inggris di UIN Ar-Raniry. Beberapa pengalaman dan prestasinya ialah pernah menjadi Delegasi Indonesia pada program CIMB Young ASEAN Leaders 2018 di Malaysia, Ketua Bidang Education and Promotion pada Fasilitator Tangguh Bencana (Fastana), dan beberapa lainnya.

“Saya aktif di Fastana dibawah binaan TDMRC Unsyiah sebagai Head of Education and Promotion Division, Edukasi Kebencanaan, dan sebagai Indonesian Delegate pada CIMB Young ASEAN Leaders 2018 di Malaysia”, ungkap Munazaruddin. (Rel)
KOMENTAR