2 Tahun Jejak Aceh Hebat

author photoRedaksi
9 Jul 2019 - 15:39 WIB

MASA kepemimpinan Irwandi Yusuf – Nova Iriansyah, tepat berusia dua tahun, per 5 Juli 2019. Pasangan ini dilantik Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dalam Sidang Paripurna DPRA pada 5 Juli 2017, disaksikan ribuan pasang mata yang hadir. Pemimpin baru Aceh itu, yang akan menjalankan 15 Program Unggulan (Aceh Hebat) bagi kesejahteraan rakyatnya.

Namun, tahun pertama kepemimpinan Irwandi-Nova, Periode Juli-Desember 2017, 15 Program Aceh Hebat itu belum bisa terlaksana dengan optimal.

Momentum awal tahun anggaran 2018 pun tiba. Program Aceh Hebat ditekadkan untuk dijalankan dengan full speed. Namun, turbulensi terjadi. RAPBA Tahun 2018 tak kunjung ada kesepakatan antara eksekutif dan legislatif, hingga awal Maret 2018. Akhirnya, APBA Tahun 2018 ditetapkan dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Aceh, setelah mendapat persetujuan Mendagri pada pertengahan Maret 2018.

Baru sekitar tiga bulan (April-Juni) APBA 2018 dijalankan, Gubernur Aceh ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk selanjutnya harus menjalani proses penegakan hukum di Jakarta. Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah akhirnya menjalankan roda pemerintahan Aceh sendirian, dengan status Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh.

Nova Iriansyah mulai berkerja keras melanjutkan pembangunan; memutar roda pemerintahan agar terus berjalan, dan memastikan pelayanan publik tidak terhenti. Cita-citanya membuat perencanaan pembangunan berkualitas dan penetapan anggaran tepat waktu dapat diwujudkan. Tahapan demi tahapan proses perencanaan pembangunan berjalan on track dan on scudule.

Komunikasi politiknya dengan legislatif juga sukses. APBA Tahun Anggaran 2019 dapat disepakati dan ditetapkan pada 31 Desember 2018, sebelum tahun anggaran berjalan. Sesuatu yang jarang terjadi dalam dinamika perpolitikan anggaran Pemerintahan Aceh.

Hasil yang dicapai selama dua tahun kepemimpinan Irwandi-Nova pun sudah tampak, dan itu nyata. Pertumbuhan ekonomi meningkat selama periode 2017-2018, dari 4,19% menjadi 4,61%. Jumlah Pengangguran makin berkurang, dari 6,57% pada tahun 2017 menjadi 6,35% tahun 2018. Angka kemiskinan turun dari 15,92% tahun 2017 menjadi 15,68% pada tahun 2018. Kesejangan pendapatan turun dari 0,329 tahun 2017 menjadi 0,318 pada tahun 2018. Tingkat inflasi juga menjadi lebih rendah, dari 4,25% menjadi 1,84%. Sedangkan Indek Pembangunan Manusia (IPM) meningkat, dari 70,60 menjadi 71,19 selama periode yang sama.

Keberhasilan itu, yang ditandai dengan meningkatnya indikator-indikatior ekonomi, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat itu, merupakan pertanda bahwa 15 Program Aceh Hebat Irwandi-Nova mulai berjalan efektif. Berikut ini rincian capaian 15 Program Aceh Hebat itu dalam dua tahun kepemimpinan Aceh Irwandi-Nova;



JKA PLUS
1. Pelayanan Kesehatan semakin mudah dengan penyederhanaan proses administrasi,
2. Menyelesaikan pembangunan 6 rumah sakit regional

ACEH SIAT (SISTEM INFORMASI ACEH TERPADU)
1. Aceh telah menjalankan sistem smart Province (E-gov)
2. 200 titik wifi akses publik

ACEH CARÒNG
1. Beasiswa yatim meningkat 1,8 juta menjadi 2,4 juta/orang/tahun
2. Peringkat UNBK semakin baik, dari posisi 34 menjadi 27
3. Daya saing dan prestasi anak didik semakin meningkat

ACEH ENERGI
1. Kantor BPMA telah beroperasi di Banda Aceh
2. Tuntas kontrak industri migas Blok B Aceh Utara dan eksplorasi migas Pijay oleh Repsol dimulai
3. Penyambungan listrik rumah sederhana hampir 100%

ACEH MEUGOË DAN MEULAÔT
1. Pendapatan petani dan nelayan meningkat melalui program intensifikasi dan ekstensifikasi
2. Perbaikan pengelolaan mata rantai distribusi

ACÈH TROË
1. Daerah rawan pangan turun dari 108 menjadi 31 kecamatan
2. Stabilisasi harga produk petani memperbaiki supply chain
3. Produktifitas padi naik dari 5,3 ton/ha menjadi 5,7 ton/ha

ACÈH KREATIF
1. Revitalisasi aset-aset strategis: KEK Arun, KIA Ladong, PPS Lampulo sebagai basis pengembangan industri
2. Mengembangkan 3 kawasan pariwisata unggulan: Dataran tinggi Gayo Alas, Pulau Banyak – Simeulue serta Banda Aceh – Sabang – Jantho
3. Jumlah IKM meningkat dari 29.433 unit menjadi 32.156 unit

ACÈH KAYA
1. Mempermudah akses modal Bank Aceh dan BPR Mustaqim untuk UMKM dan IKM
2. PDPA menjadi PT Pembangunan Aceh (PEMA) sebagai holding company untuk memayungi berbagai Badan Usaha Milik Aceh (BUMA)
3. Bersama KADIN Aceh mendorong investasi dan peluang akses pasar

ACÈH PEUMULIA
1. Tata kelola pemerintah semakin baik, mempertahankan WTP
2. Menerapkan e-absensi untuk peningkatan disiplin dan etos kerja ASN Aceh
3. Menempatkan aparatur yang berkualitas untuk memberikan pelayanan yang cepat dan memuaskan bagi masyarakat

ACÈH DAMÊ
1. Konsisten menjaga perdamaian Aceh sesuai MoU Helsinki dan menyelesaikan 6 Qanun Aceh turunan UUPA
2. Mendorong pengarusutamaan perdamaian dalam berbagai program sektoral
3. Peningkatan Aktifitas kampanye damai melalui memorial perdamaian Aceh; Seminar, FGD, Peace Education

ACEH MEUADAB
1. Penerapan kurikulum islam pada berbagai tingkat pendidikan di seluruh Aceh
2. Terealisasinya pembangunan 169 Masjid dan meunasah

ACÈH TEUGA
1. Memenangkan Bidding PON 2024 bersama Sumatera Utara

ACÈH GREEN
1. Mempertahankan moratorium penebangan hutan
2. Tidak mengeluarkan izin tambang baru untuk logam dan batubara sejak berakhir moratorium
3. Menciptakan masyarakat tanggap bencana melibatkan 5000 orang

ACÈH SEUNINYA
1. Pelaksana PKH terbaik 2018
2. Pelaksanaan rehabilitasi rumah tidak layak huni
3. Penanganan warga Aceh bermasalah dari luar negeri, bantuan fasilitas penyandang cacat, bantuan hibah anak miskin, pembebasan biaya orang sakit

ACÈH SEUMEUGOT
1. Pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, waduk, irigasi termasuk jalan tol sibanceh
2. Terselesaikannya sarana prasarana perlindungan areal pemukiman, pertanian dan pusat kegiatan masyarakat di Kabupaten/kota. [Adv]
KOMENTAR