Panitia Seleksi Duta Wisata Bireuen Diminta Transparan

author photoRedaksi
24 Jun 2019 - 23:24 WIB

BIREUEN - Ajang seleksi Duta Wisata merupakan kegiatan rutin yang dilakukan di kabupaten Bireuen sejak tahun 2012, dan pada tahun ini menjadi pemilihan yang ke tujuh kalinya dengan berakhirnya masa jabatan pasangan agam Mulkan Qausar dengan Inong Rika Munanda.

Namun peserta menilai banyak terdapat kejanggalan yang dilakukan oleh panitia. 

Hal ini diungkapkan oleh Ikhwan salah seorang peserta yang mengikuti seleksi tersebut.

"Saya merasa kecewa terhadap panitia yang tidak memberikan hasil penilaiannya kepada peserta tes, padahal kami butuh hasil tersebut sebagai bahan evaluasi untuk kami lihat dimana kekurangan kami sehingga tidak lolos dalam seleksi ini, dan untuk bahan pembelajaran apabila tahun depan kami ikut lagi, kami bisa memperbaiki kekurangan-kekurangan tersebut".

Sebelumnya di akhir pertemuan tes hari Minggu, 23 Juni 2019 di SMAN 1 Bireuen, Ziaul Fahmi salah seorang perwakilan peserta tes meminta kepada panitia di hadapan umum untuk hasil tesnya, seperti nilai dan rangking di publikasi atau diberikan kepada seluruh peserta tes supya mereka tau dimana kekurangannya. Dan panitia penerimaan mengatakan "baik" dan bersedia memenuhi permintaan peserta tersebut.

Namun nyatanya pengumuman yang dikeluarkan pukul 01.34 WIB dini hari melalui akun instagram @agaminongdwbireuen hanya nama-nama yang lolos 12 besar saja tanpa dibarengi dengan daftar nilai masing-masing peserta. Setelah ditanyakan kembali kepada akun tersebut, jawabannya malah bertolak belakang dengan apa yang dijanjikan oleh panitia di hadapan umum sore itu.

"Untuk rangking dan nilai menjadi rahasia panitia. Setelah penjumlahan nilai, panitia juga mengadakan rapat sampai tengah malam untuk mambahas satu persatu agar didapatkan finalis yang benar-benar layak untuk masuk 12 besar". Ungkap admin akun instagram @agaminongdwbireuen.

Kami merasa kecewa, padahal dengan adanya publikasi hasil tersebut kami bisa tau sejauh mana kemampuan kami. Ziaul Fahmi.

Selain itu, panitia juga melanggar ketentuan yang telah mereka keluarkan dalam brosur penerimaan tahun ini. Dalam ketentuannya tinggi badan untuk perempuan 160 cm, namun yang di loloskan ada yang tingginya 155 cm.

Harapan saya, untuk sistem prosesi seleksi duta wisata bireuen agar dibuat lebih menarik, profesional, dan transparansi agar peserta tidak merasakan ada hal yang ditutupi oleh panitia. (Frz)
KOMENTAR