Senator Aceh Apresiasi Kinerja Panwaslu di Aceh, Minta Perketat Pengawasan

author photoRedaksi
1 Mei 2019 - 17:24 WIB

JAKARTA - Senator H. Fachrul Razi, MIP yang juga pimpinan Komite I membidangi pengawasan Pemilu 2019 mendukung dan mengapresiasi kinerja Panwaslu provinsi hingga kabupaten/kota yang ada di Aceh sebagai penyelenggara Pemilu 2019. 

"Perketat pengawasan, lawan kecurangan dan penggelumbungan suara, wujudkan pemilu yang jujur dan adil," demikian disampaikannya pasca memimpin rapat komite I dalam rangka persiapan evaluasi Pemilu 2019.

Panwaslu di Aceh atau dikenal dengan Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh memiliki lima anggota Panwaslu Aceh adalah, Dra Zuraidah Alwi MPd, Nyak Arif Fadillahsyah  SAg MH, Faizah  SP, Fahrul Rizha Yusuf  SHI, dan Marini SPt. Kelima anggota Panwaslih Aceh tersebut ditetapkan oleh Bawaslu RI melalui keputusan nomor 0214/BAWASLU/SJ/HK.01.00/IV/ 2018 tertanggal 12 April 2018.

Fachrul Razi mengatakan, Panwaslih bersama seluruh jajarannya hingga ke tingkat kabupaten/kota telah menggelar pemilu berdasarkan prinsip-prinsip sebagaimana diatur dalam UU No.7 Tahun 2017 tentang Penyelenggaran Pemilihan Umum yang langsung, umum, bebas, rahasia, serta jujur dan adil.

Berdasarkan Prinsip-prinsip tersebut, Senator muda asal Aceh ini mengatakan, Panwaslih Aceh sedang dan telah menjalankan tugas, wewenang dan kewajibannya secara profesional dan independen. 

"Kita berikan apresiasi namun pengawasan terhadap indikasi kecurangan harus dapat diantisipasi segera," tegasnya.

Fachrul Razi yang juga salah satu pimpinan Komite I DPD RI dalam keterangannya saat dijumpai di sela rapat paripurna ke-12 DPD RI di Nusantara V Jakarta, Selasa (30/4/2019), mengimbau kepada semua pihak untuk memberi kepercayaan sepenuhnya kepada Panwaslih Aceh sebagai institusi pengawas Pemilu 2019 yang independen dan kredibel.

Dirinya juga memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian dan TNI yang bekerja siang dan malam dalam melakukan pengamanan Pemilu 2019 di Aceh.

Fachrul Razi menutup dengan mengajak semua elemen masyarakat agar terus mengawal proses rekapitulasi suara yg sedang berlangsung di tiap kabupaten/kota agar suara rakyat, amanah rakyat dapat kita jaga dari ulah oknum yang ingin menciderai pemilu ini dengan kecurangan-curangan yang ada dilapangan, baik berupa mengganggu kinerja Panwaslih, penggelembungan suara dan praktik² inkonstitusional lainnya. Pungkasnya. (*)
KOMENTAR