JASA: Pusat Terus Menerus Membonsai Kewenangan Aceh, Referendum Solusi Tepat

author photoRedaksi
30 Mei 2019 - 14:19 WIB

BANDA ACEH - Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) meminta seluruh elemen untuk menghargai dan menghormati apa yang sudah dikatakan oleh eks panglima gam muzakir manaf terkait referendum aceh karena peryataan mualem itu sangat berdasar mengingat usia perdamaian aceh yang hampir berjalan selama empat belas tahun tapi pemerintah pusat tidak pernah konsisten terhadap isi isi perjanjian mou helsinki yang sudah dituangkan dalam undang undang pemerintah aceh (uupa).

Inikan bagian dari kinerja pemerintah RI yang ingin membonsai proses perjanjian damai tersebut maka sudah sepatutnya mualem selaku eks panglima gam bersuara lantang seperti itu mengingat RI berdamai dengan GAM bukan dengan pihak lain, ujarnya dalam release, Kamis (30/5).

"Maka kami selaku anak alm para kombatan gam siap mendukung langkah mualem sebagai pimpinan alm ayah kami dulu dihutan untuk mewujudkan referendum tersebut," tegas m jhony selaku dewan pembina jasa.

Hal senada juga disampaikan oleh zulfikar selaku jubir jasa, "sebenarnya kami sudah gerah dengan tingkah laku pemerintah pusat yang terus menerus membonsai satu persatu poin poin yang tertuang dalam mou helsinki bukankah hak pusat terhadap aceh itu cuma enam pekara selebihnya itu dikembalikan kepada pemerintah aceh selaku daerah otonomi khusus yang diberi lebel seft goverment.

"Inikan jelas selama proses perdamaian damai berlangsung pusat tidak pernah menghargai perdamaian ini lalu buat apa kita aceh terus komit berdamai dengan pusat kalau begini caranya," jelas zulfikar.

Lebih lanjut zulfikar menambahkan, sejujurnya mualem selama ini telah menenangkan hati kami untuk kembali hidup normal dalam suasana damai ini untuk menghormati proses perjanjian damai yang telah disepakati tapi apa yang terjadi sekarang pemerintah pusat tidak ada niat serius berdamai.

Maka perdamaian seperti ini ya seperti perdamaian semu alias cek kosong semata, perlu pihak republik ingat ya dulu kami masih kecil sekarang kami sudah besar bayangkan saja satu alm kombatan gam itu punya anak tiga kalau kami bersatu semua maka kami bisa melampaui enam kali lipat dari para pejuang dulu,maka pusat jangan main main saya camkan itu, tegas zulfikar.

"Akhirnya kami perlu meminta mualem selaku pimpinan ayah kami untuk disegerakan persoalan referendum itu kami sudah siap bersama mualem apapun yang terjadi," tutup zulfikar selaku jubir jasa. (Rel)
KOMENTAR