Polda Aceh Peringati Hari Isra' Mi'raj 1440 H Tahun 2019

author photoPutri Ulan Dari
4 Apr 2019 - 18:08 WIB

THE ATJEH NET, BANDA ACEH - Kepolisian Daerah Aceh menggelar peringatan Isra' Mi'raj  1440 H Tahun 2019 di Mesjid Babuttaqwa Mapolda Aceh, Kamis (4/4) pagi. 

Peringatan Isra' Mi'raj itu dihadiri Irwasda, para Pejabat Utama, Pamen,Pama, Bintara dan PNS Polda Aceh. 

Kemudian turut dihadiri Ketua PD Bhayangkari Aceh Ny. Veny Rio dan sejumlah pengurus lainnya. 

Dalam kegiatan itu juga dihadiri Kasdam IM,Sejumlah Pejabat Kodam dan Prajurit Kodam IM lainnya serta Kepala Dinas Dayah Aceh. 

Peringatan Isra' Mi'raj itu menghadirkan  penceramah ustadz H. Masrul Aidi Lc., M. A. 

Peringatan Isra' Mi'raj tersebut mengangkat tema "Dengan tertanamnya nilai-nilai ibadah shalat kita tingkatkan prestasi dan inovasi dalam pengabdian terbaik menuju Polri Promoter siap mengamankan Pemilu 2019 guna keberlangsungan pembangunan nasional".

Kegiatan itu diawali pembacaan ayat suci Alqur'an oleh personil SDM Polda Aceh Bripda Nabhani.

Selanjutnya Irwasda Polda Aceh Kombes Pol. Erwin Faisal, S. E., M. Si dalam kegiatan itu membacakan sambutan tertulis Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Rio S Djambak diantaranya mengatakan Isra' Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW merupakan sebuah peristiwa yang sangat fenomenal dan monumental bagi dunia Islam, peristiwa tersebut penting untuk kita peringati guna menghayati kembali kilas balik swjarah spiritual Rasulullah menerima perintah ibadah shalat ketika Rasulullah SAW sedang mengalami masa-masa penuh duka cita pasca wafatnya istri dan kakek tercinta, dan saat itu Rasulullah juga baru saja diusir oleh penduduk Thaif. 

Dikatakannya, Isra'  Mi'ra yang merupakan jawaban atas cobaan yang dialami Rasulullah harus dapat dimaknai sebagai solusi bagi umat Islam dalam menghadapi berbagai masalah kehidupan. 

Ketika sedang berada pada kondisi sulit, hendaknya kita dapat merefleksi diri dan kembali kepada jalan Allah SWT, dengan memakmurkan mesjid dan memperbaiki kembali kualitas ibadah shalat masing-masing, katanya. 

Seperti yang kita rasakan bersama, berbagai musibah dan cobaan sedang melanda bangsa Indonesia saat ini, bencana alam, jatuhnya pesawat terbang, ancaman teroris, penyalahgunaan narkoba dan berbagai ancaman gangguan Kamtibmas lainnya telah menguras tenaga dan pikiran kita dalam mewujudkan ketentraman masyarakat, katanya. 

Begitu juga halnya dengan penyelenggaraan Pileg dan Pilpres 2019, juga merupakan sebuah tantangan, bukan hanya bagi penyelenggara Pemilu dan aparat keamanan, tetapi juga bagi segenap komponen masyarakat dalam menyukseskan pelaksanaannya untuk menentukan nasib bangsa lima tahun ke depan, katanya. 

Dikatakannya, berbagai potensi kerawanan dan pelanggaran Pemilu menjadi persoalan yang harus kita sikapi dengan sebaik-baiknya terutama terkait pemanfaatan politik identitas, penyebaran issu SARA untuk memecah belah persatuan serta penyebaran hoax dan hate speech yang berpotensi menimbulkan konflik sosial di tengah-tengah masyarakat menjadi salah satu kerawanan yang harus kita antisipasi bersama, katanya. 

Oleh karena itu, dalam situasi seperti ini dan menyikapi berbagai cobaan bangsa lain, tentunya sangatlah tepat apabila kita bercermin kepada Rasulullah SAW, yang hidup beliau juga sering ditimpa ujian, namun beliau senantiasa mencari solusi dengan kembali ke jalan Allah SWT, inilah hikmah yang ingin kita peroleh melalui peristiwa Isra' Mi'raj yang kita peringati pada kesempatan ini, katanya lagi. 

Ustadz H. Masrul Aidi Lc, M. A dalam tausiyahnya diantaranya mengatakan ada perbedaan pendapat tentang terjadi Isra' Mi'raj tapi ada pendapat yang menjelaskan terjadi pada tahun ke 10 setelah Hijriyah. 

Isra'  Mi'raj adalah perjalanan Rasulullah Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Isra' Mi'rak adalah perjalanan spritual Rasulullah  yang didampingi Malaikat sampai ke langit ke 7 sidratul muntaha dan tidak pernah dilakukan oleh seorangpun manusia lainnya, kata Ustadz H. Masrul Aidi, Lc.M. A

Dalam perjalanan Rasulullah sampai ke langit ke - 7, Rasulullah SAW bertemu dengan Rasul lainnya diantaranya bertemu dengan Nabi Musa AS.

Dalam pertemuan Rasulullah Muhammad SAW dengan Nabi Musa AS itu akhirnya perintah shalat fardlu yang sebelumnya diperintahkan 50 waktu menjadi 5 waktu  sehari semalam, kata Ustadz H. Masrul Aidi Lc., M.A.

"Mari kita sikapi peringatan Isra' Mi'rak itu dalam kegiatan politik Pemilu tahun 2019 untuk memilih pemimpin terbaik", katanya.

Dengan semangat Isra' Mi'rak ini mari kita tingkatkan soliditas kita antara TNI dan Polri bersama masyarakat, katanya lagi. 

Kegiatan peringatan Isra' Mi'rak ini diakhiri Zikir bersama, istighozah dan do'a yang dipimpin Ustadz H. Masrul Aidi, Lc., M. A.
KOMENTAR