Pengajian Rutin Pemuda Al Fatta Pandrah Harus Bangkit Dalam Penggerakan Sosial

author photoM. Sulaiman
2 Apr 2019 - 05:58 WIB

BIREUEN - Pengajian rutin bulanan pemuda Al Fatta Kecamatan Pandrah kembali digelar untuk edisi bulan Maret 2019 dilaksanakan secara keliling. 

Pengajian para milenial kali ini digelar di Meunasah Gampong Lancok Ulim Kecamatan Pandrah Kabupaten Bireuen pada, minggu, (31/03/2019) malam. 

Sejumlah pemuda dari 19 Gampong di Kecamatan Pandrah berdatangan menggunakan motor dan mobil memenuhi halaman Meunasah menjelang shalat Insya, beberapa diantaranya terlihat para pemudi, emak-emak serta unsur Ibu PKK.

Kehadiran ratusan para milenial ini untuk mengikuti pengajian rutin bulanan pemuda Al Fatta yang diawali dengan kegiatan shalat insya berjamaah. 

Camat Pandrah Teguh Mandiri Putra, STP bersama Kapolsek Pandrah Ipda Ahmad Syukri dalam sambutannya menyebutkan. Musyawarah Pimpinan di Kecamatan (Muspika) Pandrah telah mengimbau kepada seluruh Keusyik, ketua Pemuda dan perangkat desa untuk menghadiri pengajian ini. "Kami selaku pimpinan Kecamatan telah mengintruksikan seluruh masyarakat,  terutama pemuda untuk datang ke Pengajian ini,". Sebut Teguh. 

Menurutnya para pemuda yang berpartisipasi malam ini belum maksimal, Insya Allah Senin besok (Hari ini-Red) telah mengundang seluruh Keusyik dan Ketua pemuda setiap Gampong meminta hadir di aula kantor Camat untuk memilih Panitia pelaksana dan koordinator Mukim, sehingga informasi dan pelaksanaan pengajian rutin nanti terstruktur dan tersampaikan. Tegas Camat Pandrah Teguh. 

Sementara itu pengasuh pengajian Pemuda Al Fatta Kecamatan Pandrah Tgk M. Yusuf Nasir atau yang lebih dikenal Abiya Rahul Mudi dalam tausiahnya mengajak para milenial berperan aktif dalam pergerakan sosial, menurut Ketua Umum Barisan Muda Ummat(BMU) Pusat ini peradaban sosial islam kini mulai hilang, dimana hari ini kita sudah tidak saling peduli terhadap anak yatim dan fakir miskin dalam kehidupan sehari-hari, padahal itu tetangga kita. Pernahkah kita tau mereka makan apa hari ini.

Dalam islam telah diajarkan bagaimana tatanan sosial dalam kehidupan bermasyarakat, sungguh kita berdausa jika orang-orang disekeliling kita kelaparan, anak-anak yatim tidak mendapatkan hak layaknya setara kehidupan anak-anak kita sendiri. Maka mari rapatkan barisan para milineal untuk membangkitkan kembali peradaban sosial ini kita mulai dari santunan kepada seluruh anak yatim yang ada disini tiap tahun menjelang Megang Ramadhan. Kata Abiya. 

Pengajian ini bertujuan untuk memperkuat ukhwah islamiyah pemuda antar Gampong menjelang pileg dan pilpres beretika walaupun beda pilihan namun tetap bersaudara, serta menumbuhkan tatanan sosial islam dalam kehidupan sehari-hari. 

Selain itu pengajian malam ini mendapatkan sumbangan santunan anak yatim 1.385.000 Rupiah. (MS)
KOMENTAR