Kapal Troll Mengancam Nelayan Tradisional Samudera

author photoRedaksi
9 Apr 2019 - 06:22 WIB

ACEH UTARA - Puluhan Nelayan yang berasal dari kecamatan samudera mendatangi kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Utara, Senin siang, 8 April 2019.

Dalam Audiensinya dengan Pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Utara para nelayan menceritakan kronologis tentang aktivitas Cantrang dengan troll yang beroperasi tidak jauh dari lepas pantai sehingga merugikan para nelayan Tradisional.

Selain Batas Wilayah pengoperasian, Kapal dengan troll ini sempat menabrak kapal nelayan dan membuat kerugian. Bahkan menurut pengakuan masyarakat, apabila terjadi Kerusakan jaring nelayan tradisional yang disebabkan oleh kapal dengan Troll tersebut tidak mendapatkan ganti rugi yang pantas dari si pemilik kapal.

"Kita tidak pernah mendapatkan ganti rugi yang pantas apabila jaring kita tersangkut di Troll mereka. Bahkan para kapal tersebut terkadang lari tanpa mengganti rugi", ujar Mansurdi yang merupakan salah satu nelayan yang berhadir saat diwawancarai oleh Wartawan

"Kami meminta agar semua dinas terkait segera mengambil kebijakan untuk menyelesaikan permasalahan ini. Karena ini tentang keberlangsungan hidup para nelayan. Apabila kami tidak mendapatkan solusi yang menguntungkan bagi para nelayan Tradisional akan memgambil inisiatif untuk menangani hal ini," tambahnya.

Dengan keadaan yang demikian, nelayan mengaku sangat susah untuk mencari nafkah, karena permasalahan ini menurunkan hasil tangkapan, Keamanan peralatan saat di laut yang sewaktu-waktu bisa rusak dan bahkan nyawa terancam dikarenakan kapal-kapal ini tidak melihat kapal-kapal nelayan tradisional yang sedang menebar jaring di malam hari.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Utara  Ir. Jafar Ibrahim berjanji akan segera menyelesaikan permasalahan ini dengan beberapa aksi cepat dengan mempertimbangkan semua regulasi yang ada.

"Kita akan surati Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi dan Lembaga terkait untuk segera melakukan langkah. Dalam waktu dekat ini kami akan segera melakukan penyelesaian permasalahan ini. Bahkan saat kita berdiskusi seperti ini, tim sedang mencari jalan keluar dan berkoordinasi dengan lembaga-lembaga terkait. Insyaallah akan ada jalan keluar secepatnya", ujarnya. (Af)
KOMENTAR