Saniah Janda Miskin dari Bayu Aceh Utara Dapat Bantuan Rumah BMU 016

author photoRedaksi
15 Feb 2019 - 09:34 WIB

ACEH UTARA - Janda miskin Saniah Abu (47) warga Gampong Aleu Majrun Kecamatan Syamtalira Bayu Kabupaten Aceh Utara menerima rumah bantuan layak huni dari Barisan Muda Ummat (BMU) pusat. Serah Terima kunci rumah diserahkan langsung oleh Imam Besar BMU Tgk. H. M. Yusuf A Wahab atau Tu Sop Pimpinan Dayah Babussalam Al Aziziah Jeunieb, pada Selasa (12/02/2019) sore

5 tahun lalu, Saniah tinggal dirumah kontrakan bersama suami dan keluarganya di Idi dan usai bercerai ia kembali ke kampung halamannya dan membuat rumah sederhana dengan hasil keringatnya sendri, ditambah lagi dengan menanggung nafkah ketiga anak-anaknya yang masih kecil saat itu.

Seiring berjalan waktu rumah tersebut mulia lapuk hanya terbuat dari tirai bambu yang sudah dimakan rayap, profesinya sebagai buruh tani di sawah warga membuat Saniah tidak mampu meronovasinya, belum lagi memikirkan pendidikan ketiga anaknya yang saat ini mulai masuk SD dan SMP,  beban hidup mereka semakin lama semakin besar. 

Ketika keluarga ini terpilih sebagai penerima rumah BMU 016, Saniah kini merasa senang dan gembira, semoga dengan adanya rumah ini dapat mengurangi beban hidup meraka.

Ketua Barisan Muda Ummat (BMU) pusat Abiya Rauhul Mudi yang didampingi Bendahara BMU Peduli Fitriadi mengatakan donasi untuk rumah BMU 016 ini dibuka mulai Tgl 29 Desember 2018-05 Januari 2019 selama 7 hari dengan jumlah donasi yang masuk mencapai Rp. 26.932.700 dari 316 donatur. 
Sementara dana yang dibutuhkan Rp. 26.229.000 dan sisanya akan diserahkan untuk rumah BMU 021 sedangkan untuk proses pembangunan rumah sepenuhnya ditangani oleh DPD BMU Aceh Utara, ujarnya.

Sementara itu Imam Besar BMU Pusat Tgk. H. M. Yusuf A Wahab saat penyerahan kunci rumah mengatakan, inilah kekuatan generasi awal islam yang dibangun rasullullah, sedekah itu tidak mesti dengan uang atau harta,  sedekah itu bisa saja dengan perbuatan ataupun hal lain yang dapat membantu makhluk Allah, bukan hanya manusia.

"Ibaratnya sisa makanan kita kasih ke ayam, jika kita niatkan sedekah kepada makhluk Allah kita akan mendapatkan pahala, tetapi kalau hanya kasih dan buang-buang saja tidak akan mendapatkan pahala," ujarnya. 

Lanjut Tu Sop, BMU membangun peradaban islam melalui nilai-nilai sosial, kekuatan sosial orang Aceh telah terbukti.  "Kalau orang Aceh dahulu bisa beli pesawat,siapa tahu orang Aceh kini bisa membeli satelit yang sudah terjual," tutup Tu Sop yang juga Dewan Pembina Kaukus Wartawan Peduli Syariat (KWPSI) ini.
KOMENTAR