3 Panglima Sagoe KPA Wilayah Batee Iliek : Isu Money Politik Berhembus Kencang

author photoM. Sulaiman
7 Feb 2019 - 20:06 WIB

BIREUEN - Komite Peralihan (KPA) Aceh, Daerah ll Waliyah Batee Iliek, Sagoe Lampoh Sabi menegaskan kepada seluruh Calon legeslatif baik DPRK, DPRA, DPR-RI dan DPD tidak melakukan gerakan Money Politik pada pemilihan 2019. KPA tidak akan tinggal diam untuk menindak tegas.

"Saat ini di lapangan beredar isu transaksi money politik. Jual beli kandidat anggota legislatif dengan harga Rp 300 ribu/ satu suara. Isu ini berembus kencang di Bireuen dan berpotensi besar merusak perdamaian, sementara perbuatan itu sangat bertentangan dengan hukum," sebut Tgk Abdul Hanif, selaku Pang Sagoe Lampoh Sabi, didampingi rekannya Tgk. Saiful Bahri, Pang Sagoe Kubu Habib dan Tgk. Ibrahim, Pang Sagoe Gunong Syuhada pada konferensi pers, kamis sore (7/2/2019).

Oleh karen itu , pihaknya telah membentuk satgas di gampong-gampong, bekerja sama dengan tokoh masyarakat, Polsek dan masyarakat setempat untuk mengawal pemilu secara bersih dan damai danpa tindakan imindasi

"Kami mengajak seluruh KPA sagoe di Kabupaten Bireuen untuk melakukan hal yang sama seperti yang telah kami lakukan untuk menjaga pemilu damai, bersih tanpa kekerasan," mintanya.

Dalam pernyataan sikapnya tersebut, menyebutkan Tgk Abdul Hanif, KPA mendukung sepenuhnya perdamaian dan berkomitmen melahirkan atmosfir politik damai yang menghasilkan demokrasi berkualitas pada pemilhan 2019 ini.

KPA juga mendukung penuh Komisi Independen pemilihan (KIP) dalam menegakkan misinya meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pemilihan Umum yang bersih, efesien dan efektif.

"Melihat Pilkada 2017 lalu di Bireuen, sudah menjadi rahasia umum terjadi politik uang. Salah satunya karena Panwaslih kecolongan pada saat itu," ungkapnya.

Lanjutnya, menyambut Pemilu 17 April 2019, iklim politik dan demokrasi di Bireuen semakin panas. Kondisi ini rawan memicu terjadinya konflik horizontal. Sebagai bagian dari KPA, pihaknya juga memiliki tanggung jawab menjaga pedamaian dan demokratisasi di Aceh, khususnya Bireuen dalam koridor aman dan nyaman berpolitik,

jangan sampai KPA dijadikan sebagai Kambing Hitamkan oleh pihak pihak yang tdak bertanggung jawab, kami sangat berpengalaman apa yang terjadi sebelumnya, tegas Panglima Sagoe Lampoh Sabi Abdul Hanif. (MS)
KOMENTAR